ardhosting
Kembali ke Blog

Tutorial Cara Upload Database di DirectAdmin

11 Juni 2025

Untuk menjalankan website dinamis seperti WordPress, Laravel, atau sistem berbasis PHP lainnya, Anda memerlukan database MySQL. Jika Anda sudah memiliki database dari lokal (biasanya file .sql), Anda bisa menguploadnya ke server melalui DirectAdmin.

Artikel ini akan membahas cara upload database ke DirectAdmin langkah demi langkah.

Syarat Sebelum Mengupload Database

Pastikan Anda sudah menyiapkan:

  • File database dengan ekstensi .sql (biasanya hasil export dari phpMyAdmin lokal).

  • Akses ke akun DirectAdmin.

  • Nama database, user, dan password database (akan dibuat di langkah awal jika belum ada).

Langkah-langkah Upload Database di DirectAdmin

1. Login ke DirectAdmin

  • Akses DirectAdmin Anda melalui browser (http://domainanda.com:2222).

  • Masukkan username dan password Anda.

2. Buat Database Baru

Sebelum mengupload file .sql, Anda harus memiliki database kosong.

  • Klik menu ā€œDatabasesā€.

  • Klik ā€œCreate New Databaseā€.

  • Isi form:

    • Database Name: contoh webku_db

    • Database Username: contoh webku_user

    • Password: buat password kuat atau klik ā€œrandomā€.

  • Klik Create Database.

Catat nama database, username, dan password karena akan digunakan di konfigurasi website Anda.

3. Akses phpMyAdmin

  • Kembali ke dashboard utama DirectAdmin.

  • Klik ā€œphpMyAdminā€.

  • Masuk otomatis ke phpMyAdmin (atau login dengan user dan password database jika diminta).

  • Di sidebar kiri, klik nama database yang baru dibuat.

4. Upload File Database (.sql)

  • Setelah memilih database, klik tab ā€œImportā€ di bagian atas.

  • Klik tombol ā€œChoose Fileā€.

  • Pilih file .sql dari komputer Anda.

  • Pastikan format file adalah SQL dan pengkodean UTF-8 (default).

  • Klik tombol ā€œGoā€ untuk mulai proses upload.

5. Tunggu Proses Selesai

  • Jika berhasil, akan muncul pesan ā€œImport has been successfully finishedā€.

  • Jika ada error, baca pesan kesalahan untuk mengetahui baris mana yang bermasalah.

Tips Tambahan

  • Ukuran File: Jika file .sql lebih dari 50MB dan gagal di phpMyAdmin, gunakan fitur SSH atau minta bantuan support hosting untuk import manual.

  • Pastikan Database Kosong: Import database ke database yang masih kosong agar tidak terjadi konflik data.

  • Cek Koneksi di Config Website: Setelah upload, pastikan file konfigurasi website (misalnya wp-config.php untuk WordPress atau .env untuk Laravel) menggunakan nama database, user, dan password yang sesuai.

Kesimpulan

Upload database ke DirectAdmin bisa dilakukan dengan mudah melalui phpMyAdmin. Prosesnya melibatkan pembuatan database baru, lalu import file .sql. Pastikan semuanya sesuai agar website Anda dapat berjalan dengan baik.


Jika Anda butuh tutorial versi PDF atau ingin upload database ukuran besar lewat SS

Artikel Terkait

Cara mengatasi error web Misdirected Request pada Cpanel

update ke CloudLinux ea-apache24-2.4.64, berdasarkan solusi dari artikel resmi cPanel: Penyebab Error Setelah upgrade Apache ke versi 2.4.64 dari paket ea-apache24 di CloudLinux, banyak pengguna mengalami error: 421 Misdirected Request The client needs a new connection for this request as the requested host name does not match the Server Name Indication (SNI) Error ini biasanya terjadi pada situs dengan Baca Lebih Lanjut

26 Juli 2025

Cara merubah password email lewat Cpanel

Kata sandiĀ  atau password adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh pengguna jaringan atau sebuah sistem operasi yang mendukung banyak pengguna untuk memverifikasi identitas dirinya kepada sistem keamanan yang dimiliki oleh jaringan atau sistem tersebut Ketika kita lupa password email atau terjadi kesalahan password pada akun lain apalagi karna kebijakan untuk Password AGE yang mengharus password webmail dan cpanel Baca Lebih Lanjut

6 Agustus 2024

Mengenal Pengertian VPS Hosting dan Kelebihanya

VPS merupakan jenis hosting yang cukup sering ditemukan di internet. Namun, masih ada orang yang kurang memahami pengertian VPS hosting apalagi sampai ke fungsinya. Karena memang mungkin kurang familiar. Adanya banyak jenis layanan hosting, tentu akan membuat Anda bingung untuk memilih paket hosting yang bagaimana. Karena setiap jenis penyedia hosting memiliki kelemahan dan kelebihannya. Karena itu, sebelum menggunakan Anda harus Baca Lebih Lanjut

20 Oktober 2022

Ingin Belajar Lebih Banyak?

Subscribe newsletter kami untuk mendapatkan tips, tutorial, dan update terbaru.